Presiden Erdogan Sebut Turki Siap Lindungi Bandara Kabul dari Taliban

Presiden Erdogan Sebut Turki Siap Lindungi Bandara Kabul dari Taliban

Presiden Erdogan Sebut Turki Siap Lindungi Bandara Kabul dari Taliban – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya siap melindungi bandara Kabul dari Taliban. Erdogan menambahkan, pernyataan itu sedang dibicarakan dengan sejumlah pihak terkait.

Erdogan Telepon Putin, Ajak Beri Pelajaran ke Israel!

Mengkutip dari https://103.31.38.66/ “Kami bertujuan untuk memastikan keamanan bandara dan berkontribusi pada keamanan negara ini setelah penarikan (pasukan) Amerika. Kami mempertahankan niat ini,” ujar Erdogan dikutip dari AFP, Kamis (19/8/2021).

1. Melakukan perencanaan sesuai dengan kondisi

Erdogan menuturkan bahwa pihaknya akan merangkai skema pengamanan bandara Kabul sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami juga sedang bernegosiasi terkait hal itu,” kata Erdogan.

Keterangan Erdogan merujuk pada negosiasi Turki dengan Amerika Serikat (AS) dalam upaya mengamankan dan menjamin operasional bandara Kabul tetap berjalan.

Selain pengamanan bandara, Turki juga membicarakan tentang kemungkinan untuk mempertahankan misi diplomatik pihak-pihak asing, terkhsus setelah Taliban dengan cepat menguasai Afghanistan.

2. Erdogan siap bertemu dengan para pemimpin Taliban

Turki berkomitmen untuk mencapai kesepakatan dengan pihak berwenang. Erdogan mengatakan, dia akan mendukung Afghanistan siapa pun yang memegang kekuasaan nantinya. Dia bahkan siap untuk bertemu dengan pemimpin Taliban.
“Kami menyambut baik pernyataan yang terkendali dan moderat yang dibuat oleh Taliban,” ujar Erdogan.

“Demi ketenganan rakyat Afghanistan, kesejahteraan kerabat Turki kami yang tinggal di sana, dan melindungi kepentingan negara kami, kami terbuka untuk kerja sama apa pun,” lanjutnya.

3. Mengevakuasi 525 warga Turki dari Kabul

Sampai saat ini, sekitar 552 warga Turki telah dievakuasi dari Kabul. Selain itu, para pejabat AS tetap berkomunikasi dengan Ankara untuk mengatur keamanan bandara dan telah menyatakan terima kasih atas peran Turki dalam mengevakuasi warga sipil.

Dilansir dari https://cfagrf.com/, Taliban sebelumnya berjanji tidak akan mengganggu proses evakuasi staf kedutaan asing. Setelah memenangkan perang dan menguasai istana negara, Taliban berkomitmen tidak menggunakan kekuasaannya untuk membalas perbuatan negara-negara Barat, yang selama 20 tahun memerangi militan Islam itu.

Saat menguasai Afghanistan tahun 1996-2001 silam, Taliban melarang wanita bekerja dan anak perempuan tidak diperbolehkan bersekolah, serta mewajibkan wanita memakai burqa saat pergi keluar rumah dan didampingi oleh kerabat laki-laki mereka. Mereka yang melanggar aturan terkadang mengalami penghinaan dan pemukulan di depan umum oleh polisi syariah Taliban.

Para pemimpin negara Barat telah menegaskan bahwa mereka akan menilai Taliban yang baru dengan tindakan mereka, termasuk cara memperlakukan anak perempuan dan wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *