Tanda Kamu Seorang People Pleaser

Tanda Kamu Seorang People Pleaser

Tanda Kamu Seorang People Pleaser

Tanda Kamu Seorang People Pleaser

Tanda Kamu Seorang People Pleaser pasti sering mendengar julukan ‘people-pleaser’. Sebenarnya, keinginan untuk menyenangkan hati orang, entah teman, sahabat, atasan, adalah hal yang lumrah. Maka semua orang bahagia itulah yang dapat membawa seseorang dalam masalah lebih besar.

Biasanya, keinginan tersebut berakar dari masalah seseorang dalam memandang keberhargaan diri sendiri. Mereka berpikir, bahwa berkata ‘ya’ pada semua orang dapat membuat mereka diterima dan disukai.

Tanpa disadari, lambat laun kebiasaan people-pleasing menjadi sebuah kebiasaan dalam hidup. Secara tak langsung pun, kamu mengijinkan orang lain untuk melakukan apapun yang mereka mau bahkan bila itu merugikan.

Selalu setuju dengan pendapat orang lain

Perbedaan ialah hal yang lumrah. Perbedaan pendapat, pikiran, atau pendirian. Tidak apa-apa untuk menjadi berbeda. Namun, seorang people-pleaser cenderung mendekap perbedaan itu untuk dirinya sendiri.

Sayangnya, kebiasaan ini hanya akan merugikan diri sendiri. Selain membuatmu merasa tidak nyaman, kamu pun tidak akan pernah bisa melihat poin penting dalam prinsipmu pribadi.

  • Tidak bisa berkata ‘tidak’

Membantu orang lain adalah hal yang baik. Tetapi ingat, ada batas penting yang harus kamu tetapkan agar mereka tidak bersikap semena-mena terhadapmu.

Namun biasanya, seorang people-pleaser tidak bisa berdiri untuk dirinya sendiri. Mereka cenderung mengiyakan semua perkataan dan permintaan orang—bahkan meski itu membebani mereka.

  • Cenderung mengabaikan diri sendiri

Fokus seorang people-pleaser ialah kebahagiaan orang lain. Maka mereka akan melakukan apapun untuk membuat orang-orang di sekitarnya menyukai mereka, tak peduli kendati itu melukai diri sendiri.

Tidak salah untuk peduli dan menyenangkan orang lain. Namun bagaimanapun, kamu tidak bisa mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Harus tercipta keseimbangan yang pas di sana.

  • Sering memendam emosimu alih-alih jujur dan terbuka

Ketika kamu sudah terbiasa untuk setuju pada perkataan semua orang, menuruti apa yang mereka mau, dan mengabaikan keinginan diri sendiri, secara tidak sadar kamu sedang mengenakan topeng penuh senyuman tanpa benar-benar tersenyum.

Kamu tidak jujur dengan dirimu sendiri dan orang lain. Dalam berinteraksi pun, kamu cenderung memendam emosimu alih-alih jujur dan terbuka dengan orang lain. Namun pertanyaannya, apa benar-benar bermanfaat untuk membuat semua orang bahagia kala kamu sendiri.

Comments are closed.